“Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya niscaya Allah akan memenuhi kebutuhannya” (HR.Bukhari)
Kebanyakan dari kita merasa ragu untuk memberikan pertolongan kepada saudara2 kita. Keraguan itu biasanya disebabkan karena kita merasa diri kita sendiri juga memerlukan bantuan.. “Saya sendiri juga sedang susah..” adalah kalimat yang biasa kita dengar jika ada seseorang memerlukan bantuan dari temannya.
Kita mengerti, bahwa berbuat kebaikan itu adalah baik, benar dan di sukai Allah, tapi mengapa kita selalu berhitung, apa keuntungannya buat saya jika saya membantu teman saya? mengapa kita merasa berat melaksanakannya? dan sebagainya.
Salah satu sebabnya yang dijelaskan dalam Al-Qur’an adalah karena kita kurang bersabar terhadap diri kita, kurang sabar mengajari diri kita untuk mengerjakan kebaikan.
Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan (Qs11:115)
Sang Maha Pengasih tidak akan menyia-nyiakan amal perbuatan baik kita. Jika kita bisa melaksanakan perintah Al Qur’an di atas, bayangkanlah, betapa berartinya hidup kita, hidup kita akan bermakna, penuh dengan kesibukan berbuat baik dengan kesabaran sebagai perantaranya.
Jika telah demikan, yang muncul tidak lain adalah rasa syukur, bahwa kita telah menolong saudara kita, memberi makna dan warna kebaikan pada detik kehidupan kita.
Mari bersama kita syukurilah hidup kita dengan berbuat kebaikan, dan bersabar dalam melaksanakannya dan dengan tidak melupakan Dia dalam hati kita.
Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Qs2:152)