Akhlak Nabi SAW

Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti (akhlak) yang agung (QS.al-Qalam:4)

Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya (Qs31:14)

Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dgn susah payah (pula) (Qs46:15)

dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (Qs17:23)

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dgn penuh kasih sayang (Qs17:24)

ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihi-lah mereka, sebagaimana mereka berdua telah mengasihiku sewaktu aku kecil” (Qs17:24)

Seorang muslim yg tertimpa musibah, kesedihan, keletihan walaupun tertusuk duri, niscaya karena Allah ingin melebur kesalahan2nya

—(HR.Bukhari)

Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan

—(Qs. 94:6)

Al Qur’an Adalah Pedoman Hidup

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (Qs2:2)

Dan Al-Quran itu adalah kitab yg Kami turunkan yg diberkati, maka ikutilah dia & bertakwalah agar kamu diberi rahmat (Qs6:155)

Rasulullah adalah seorang hamba Allah yang melaksanakan segala perintah Al Qur’an secara utuh dan sungguh-sungguh, yang dengan begitu menjadikan beliau sebagai pemimpin umat di dunia sampai di akhirat kelak.

Jadikanlah Rasulullah sebagai teladan bagi kita semua.

Marilah kita semua mengikuti gerak ikutan kita, dengan tidak ragu2 membaca, memahami, menghayati, melaksanakan apa yang tertulis pada Al Qur’anul karim yang dibawa oleh beliau.

Al Qur’an disampaikan kepada kita semua dari Tuhan melalui Rasulnya, mengapa kita ragu2??

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam..

Allahu akbar..

Berbuat Kebaikan

“Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya niscaya Allah akan memenuhi kebutuhannya” (HR.Bukhari)

Kebanyakan dari kita merasa ragu untuk memberikan pertolongan kepada saudara2 kita. Keraguan itu biasanya disebabkan karena kita merasa diri kita sendiri juga memerlukan bantuan.. “Saya sendiri juga sedang susah..” adalah kalimat yang biasa kita dengar jika ada seseorang memerlukan bantuan dari temannya.

Kita mengerti, bahwa berbuat kebaikan itu adalah baik, benar dan di sukai Allah, tapi mengapa kita selalu berhitung, apa keuntungannya buat saya jika saya membantu teman saya? mengapa kita merasa berat melaksanakannya? dan sebagainya.

Salah satu sebabnya yang dijelaskan dalam Al-Qur’an adalah karena kita kurang bersabar terhadap diri kita, kurang sabar mengajari diri kita untuk mengerjakan kebaikan.

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan (Qs11:115)

Sang Maha Pengasih tidak akan menyia-nyiakan amal perbuatan baik kita. Jika kita bisa melaksanakan perintah Al Qur’an di atas, bayangkanlah, betapa berartinya hidup kita, hidup kita akan bermakna, penuh dengan kesibukan berbuat baik dengan kesabaran sebagai perantaranya.

Jika telah demikan, yang muncul tidak lain adalah rasa syukur, bahwa kita telah menolong saudara kita, memberi makna dan warna kebaikan pada detik kehidupan kita.

Mari bersama kita syukurilah hidup kita dengan berbuat kebaikan, dan bersabar dalam melaksanakannya dan dengan tidak melupakan Dia dalam hati kita.

Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Qs2:152)