Akhlak Nabi SAW

Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti (akhlak) yang agung (QS.al-Qalam:4)

"Burung Besi Yang Tidak Sombong"

Dengan kecepatan 850 km/jam, berat +- 30 Ton, pesawat terbang A320 melaju bebas sebagai penguasa diangkasa. Semua makhluk hidup bergegas kepinggir mendengar dan melihat tampilan nya yg menggetarkan hati. Runway harus betul2 kosong utk memberi jalan si penguasa angkasa. Ketika di darat penguasa angkasa yg mengagumkan ini tiba2 menjadi makhluk lamban dan penurut. Berjalan lambat bahkan dituntun ke tempat parkir.

Demikian juga kalau mau terbang bahkan dipapah/didorong mobil kecil menuju runway. Sang penguasa mengikuti seluruh perintah makhluk2 kecil didarat ini. Tidak terbersit dihati nya utk melawan, meremehkan saja pun tidak. Ia tahu bahwa disini didarat dia bukan siapa2, ini bukan wilayah kerjanya. Dia harus taat menghormati pengurus diwilayah ini. Tidak ada yg lebih hebat/unggul. Hanya pembagian tugas. Kalau dia melawan memaksakan diri masuk ke jalan Tol atau jalan mobil dia tahu persis itu akan menjadi kehancuran diri nya. Yang Maha Kuasa dan perkasa hanya lah Allah SWT penguasa alam semesta, hari awal dan hari akhir. Yang lain hanyalah hamba yg mesti mengikuti aturan yg ditentukan Nya.

Sangat mengheran kan bila manusia ingin berkuasa, disemua tempat disemua bidang, tanpa kesadaran bahwa manusia adalah sama. Berusaha setiap hari mengejar kekuasaan, ingin memaksakan dan membuktikan diri bahwa ia tidak sama dengan orang biasa. Padahal sampai kapan pun makhluk tidak akan pernah luarbiasa. Itulah sebab nya manusia dilarang berjalan dgn sombong dimuka bumi, karena ketika dia sombong itu lah saat kehancuran diri nya.

"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati" (Qs.25:63)

Tetapi entah kenapa, setiap hari selalu ada manusia yg ingin melampaui batas nya, bagaikan sekumpulan laron beterbangan menuju api yg bercahaya mengagumkan. Laron ingin bisa bercahaya seperti api. Padahal disitulah sang laron menemui akhirnya.
Rendah hatilah, burung besi telah mencontohkan untuk kita.

Alhamdulillah (10/08/13)

Ahmad dan IDUL FITRI

Entah sejak kapan tradisi ini dimulai, setiap lebaran semua bersaudara berkumpul di rumah orang tua. Yang tersukses (terkaya) akan menjadi pemberi tausiyah kepada saudara-saudara lainnya. Semua orang akan mengangguk-angguk seakan-akan penuh keinsyafan. Tetapi kalau di dengar baik-baik tausiyah tersebut lebih mirip menceritakan kehebatan diri sendiri dan mencela saudara-saudara yang lain, bahkan kadang terasa seperti melampiaskan kebencian.
Sejujurnya tausiyah2 itu menyakitkan hati. Namun begitulah tradisi itu berjalan.
Ahmad menyebut acara tahunan ini sebagai arisan mencela, karena setiap tahun yang terkaya orangnya berganti-ganti.
Saudara yang sulung mendapat ‘Podium’ dua tahun berturut-turut. Saudara nomor 2 tahun berikutnya, selanjutnya Ahmad (saudara no. 3) mendapat giliran.
Sebaik Ahmad mendapat ‘podium’ Ahmad segera mengumpulkan amunisi kebencian untuk dilepaskan dalam kemasan tausiyah keluarga. Namun beberapa hari sebelum hari-H, Ahmad merenung, bahwa momen Idul Fitri adalah momen kasih sayang, memaafkan dan saling menghibur, bukan sebaliknya.
Serta merta Ahmad buang semua amunisi kebencian itu, podium yang menjadi milik Ahmad digunakannya untuk mengajak berdoa bersama untuk Ridho Allah SWT dan untuk lebih bersyukur. Tidak ada celaan, tidak ada nasihat, tidak ada sakit hati, yang ada ialah doa, rasa syukur, dan memaafkan.
Begitulah, entah mengapa Tuhan mengizinkan Ahmad mendapat ‘podium’ 7 tahun berturut-turut. Mungkin Tuhan tidak mau melihat hamba-Nya banyak disakiti, maka Tuhan memberikan ‘podium’ itu setiap tahun jadi milik Ahmad.

Ramadhan 2013

Kita yang memutuskan apakah kita mau bersih dan suci selepas selesai Ramadhan atau tidak, mau bahagia di dunia dan akhirat atau tidak.
Caranya adalah memaafkan lahir dan bathin lalu meneruskan kegiatan Ramadhan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Islam sudah jelas dan terang benderang, tinggal kita saja mau melakukannya atau tidak.
Pertanyaannya adalah, apakah puasa ku tahun ini diterima?

Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya (Qs31:14)

Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dgn susah payah (pula) (Qs46:15)

dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (Qs17:23)

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dgn penuh kasih sayang (Qs17:24)

ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihi-lah mereka, sebagaimana mereka berdua telah mengasihiku sewaktu aku kecil” (Qs17:24)

Seorang muslim yg tertimpa musibah, kesedihan, keletihan walaupun tertusuk duri, niscaya karena Allah ingin melebur kesalahan2nya

—(HR.Bukhari)

Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan

—(Qs. 94:6)

Al Qur’an Adalah Pedoman Hidup

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (Qs2:2)

Dan Al-Quran itu adalah kitab yg Kami turunkan yg diberkati, maka ikutilah dia & bertakwalah agar kamu diberi rahmat (Qs6:155)

Rasulullah adalah seorang hamba Allah yang melaksanakan segala perintah Al Qur’an secara utuh dan sungguh-sungguh, yang dengan begitu menjadikan beliau sebagai pemimpin umat di dunia sampai di akhirat kelak.

Jadikanlah Rasulullah sebagai teladan bagi kita semua.

Marilah kita semua mengikuti gerak ikutan kita, dengan tidak ragu2 membaca, memahami, menghayati, melaksanakan apa yang tertulis pada Al Qur’anul karim yang dibawa oleh beliau.

Al Qur’an disampaikan kepada kita semua dari Tuhan melalui Rasulnya, mengapa kita ragu2??

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam..

Allahu akbar..